Dalam dunia perawatan bayi yang baru lahir, pelukan sentuhan kulit-ke-kulit berdiri sebagai praktik luar biasa yang melampaui sifat lembutnya. Tindakan meletakkan bayi telanjang di dada orang tua membawa manfaat medis yang sangat berdampak pada kesejahteraan keseluruhan bayi. Mari kita telusuri ilmu di balik sentuhan kulit-ke-kulit dan temukan efek mendalam yang dimilikinya pada bayi Anda.

Regulasi Termal: Keuntungan Mendasar

Salah satu manfaat langsung dan terlihat paling dari sentuhan kulit-ke-kulit adalah kemampuannya untuk mengatur suhu tubuh bayi baru lahir. Keseimbangan yang lembut dari suhu tubuh bayi bisa sulit untuk dijaga, terutama dalam beberapa hari pertama kehidupan. Saat ditempatkan di atas kulit hangat orang tua, terjadi fenomena yang dikenal sebagai “sinkronisasi termal”. Tubuh bayi menyesuaikan dengan suhu orang tua, memastikan regulasi termal yang optimal. Kepanasan alami ini membantu mencegah hipotermia, memungkinkan bayi untuk menghemat energi yang dapat dialihkan ke pertumbuhan dan perkembangan.

Stabilisasi Detak Jantung dan Tingkat Oksigen

Sentuhan kulit-ke-kulit telah terbukti memiliki efek menstabilkan detak jantung dan tingkat oksigen bayi. Kedekatan dengan detak jantung orang tua memberikan irama yang akrab yang beresonansi dengan detak jantung bayi sendiri. Sinkronisasi ini menghasilkan penurunan stres pada sistem kardiovaskular bayi. Selain itu, tekanan lembut dada orang tua mendorong pernapasan yang lebih dalam dan teratur, berkontribusi pada peningkatan tingkat oksigen dalam darah.

Mengurangi Stres dan Tingkat Kortisol

Periode pasca lahir yang langsung dapat menjadi sangat menekan bagi bayi, karena mereka berpindah dari lingkungan aman dalam rahim ke dunia luar. Transisi ini sering memicu pelepasan hormon stres, seperti kortisol. Sentuhan kulit-ke-kulit memiliki kemampuan luar biasa untuk mengatasi respons stres ini. Kehadiran sentuhan orang tua dan pelepasan oksitosin—hormon cinta dan ikatan—membantu mengatur tingkat kortisol, menciptakan lingkungan yang menenangkan dan menenangkan bagi bayi.

Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

Penelitian ilmiah menyoroti dampak sentuhan kulit-ke-kulit pada sistem kekebalan bayi. Selama jam-jam pertama dan hari-hari pertumbuhan, transfer bakteri yang bermanfaat dari kulit orang tua ke kulit bayi secara signifikan dapat meningkatkan fungsi kekebalan bayi. Pertukaran mikrobiota ini berkontribusi pada pengembangan mikrobiom usus yang sehat, membentuk panggung untuk sistem kekebalan yang kuat.

Menstimulasi Perkembangan Otak

Pengalaman sensorik dari sentuhan kulit-ke-kulit merangsang pelepasan neurotransmitter yang mendukung perkembangan otak. Kontak ini memicu pelepasan dopamin dan serotonin, neurotransmitter yang terkait dengan kenikmatan dan kesejahteraan. Pengalaman positif selama momen sentuhan kulit-ke-kulit ini dapat memupuk asosiasi positif seumur hidup dengan sentuhan dan hubungan manusia.

Dalam kesimpulannya, sentuhan kulit-ke-kulit bukan hanya merupakan tindakan sentimental; itu adalah praktik yang didukung secara ilmiah yang menawarkan banyak manfaat untuk bayi Anda. Mulai dari regulasi termal dan detak jantung yang stabil hingga pengurangan stres dan peningkatan fungsi kekebalan, keunggulan medis dari praktik ini tidak dapat disangkal. Saat Anda merangkul hubungan mendalam dari sentuhan kulit-ke-kulit, Anda tidak hanya memberikan kenyamanan dan kehangatan pada bayi Anda, tetapi juga meletakkan dasar untuk awal hidup yang lebih sehat.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar pameran ibu dan anak, Forever Mom & Baby Expo (FOMBEX), ikuti Instagram @forevermomexpo atau ikuti Facebook Forever Mom & Baby Expo.